SAYANG AKU CAMPING DENGAN TEMAN-TEMAN YAH MALAM MINGGU NANTI??

Diposting oleh manjokamana ,

 
Pic source: Google

Itulah mungkin judul terpanjang selama titit blog ini berdiri #cieberdiri #salahfokus #lebay. Mungkin nanti bisa masuk MURI atau paling gaklah masuk On Klinik eh On The Spot sebagai judul artikel blog terpanjang se Indonesia. Dan saya akan merayakan sebesar-besarnya dan akan di iringi dengan pelepasan burung pemakan bangkai. Oke ini perayaan yang gak penting. wkwkwkw  

            Balik ke pertanyaan di atas pasti kalian sudah bisa menebak siapa yang bertanya ke siapa bukan?? Kalau sudah bisa menebak berarti tulisan ini selesai. OKE Selesai.. hahaha kenapa masih baca? Baiklah kita lanjut dan akan membahas ini lebih serius lagi. Sudah pasti ini pertanyaan keluar dari mulut seorang pria gagah, keren, berkharisama (yg punya motor kharisma) dan pastinya menghargai pacarnya (baca TAKUT).

            Tapi kan saya bro belum punya pacar?? Jadi buat apa baca ini tulisan?? Sini saya jelaskan ini tulisan bukan buat kalian para jomblo yang tititnya mungkin Cuma bisa di pake buat kencing. Tapi tulisan ini buat orang-orang yang lagi pacaran. Padahal saya juga jomblo.. Hiikssss (PUAAASSS KALIAAN!!) demi membuat kalian bahagia saya rela tulis artikel keji dan hina ini..

            Tulisan ini memang sengaja dibuat berdasarkan kisah nyata saya. Dan demi menjaga privasi pacar (baca mantan) saya maka pemerannya saya ganti. “Sayang aku camping dengan teman-teman yah di malam minggu?” itulah pertanyaan dari si Jono ke Jiny pacarnya. Dan itu menandakan si Jono adalah seorang yang suka berkegiatan di alam bebas seperti kita. Entah itu mendaki, atau Cuma sekedar camping santai di pantai, kebun, dll.

            Kamu nanti sama siapa disana? Berapa orang? Makan apa? Dan pertanyaan paling sakral yang keluar dari para wanita termasuk si Jiny “Nanti disana ada Cewek gak yang ikut camping?” dan dengan pertanyaan itu seakan akan menegaskan bahwa pertanyaan sebelumnya hanya pancingan semata untuk pertanyaan utama tadi.

            Dan ladies and Jiny PERCAYALAH pada kata-kata saya.. simak ini baik-baik!! Mau pacar kamu baik-baik ataupun tidak baik pasti jawabannya dari pertanyaan itu “ah ndak kok Cuma teman-teman cowok semua, nanti disana aku kasih kabar terus ke kamu sayang” percayalah.. Sebaik-baiknya lelaki pasti kalau muncul pertanyaan begini pasti dia jawab dengan berbohong.. hihihi (semoga cewek-cewek yang baca tulisan ini dan punya cowok suka kegiatan outdoor cepat putus) #sayakeji #sayasirik.

            Sekarang saya akan membahas sisi positifnya dari cowok-cowok yang suka camping di akhir pekan dengan teman-temannya. Cowok yang suka beraktifitas seperti ini memang rata-rata ingin bebas, mungkin dia sibuk sekolah, kuliah, kerja. Makanya ada saat dimana dia butuh have fun dengan cara ingin dekat dengan alam. Salah satunya camping di akhir pekan. Maka jangan larang dia untuk melakukan itu, ingat dia juga butuh hiburan.

            Buat para ladies dan Jiny janganlah selalu mau bersama atau di apelin di malam minggu karena para cowok juga butuh main dengan wanita lain teman se hobby mereka atau dalam hal ini camping di akhir pekan. Yah walaupun mungkin mereka susah dihubungi nanti tapi percayalah mereka pasti baik-baik saja setidaknya sampai kalian sms “sayang aku tidur dulu yah”. Setelah itu you knowlah…. Hahaha
 
sengaja dimiring biar yang serius saja yang mau balik

            Dan buat para cowok jagalah kepercayaan si pacarnya, susah loh dapat pacar yang mau ngerti hobby kita kayak pengalaman pribadi saya. #ciecurhat Saat dapat kepercayaannya jagalah itu maka niscaya esok-esok kalau mau camping lagi pasti di kasih ijin. Yah walau tetap harus berbohong (lagi) pada pacar dengan bilang tidak ada cewek yang ikut..

            Atau mungkin sekali-sekali kalian bisa camping ceria barang atau private supaya si cowoknya bisa MENGENALKAN alam (bukan anggota tubuh si cowok yah) pada si cewek. Kan seru bisa menikmati malam di alam terbuka (CUKUP alam saja yang terbuka jangan yang lain). Dan bonus nya bisa bangun pagi-pagi buat lihat sunrise yah paling tidak bisa foto berdua pas sunrise  gak seperti asudahlah…
 
nasib jomblo camping sendiri dan foto sendiri
            Tapi tetap pesan saya jagalah kebersihan dimanapun kalian berkatifitas alam bebas. Sampah dibawah pulang boss!! kan tidak baik meninggalkan sampah kondom di lokasi, dimana perasaan kalian kalau yang datang setelah kalian itu para fakir asmara dan
melihat ada kondom bekas pake… hihihi #manjokamana (ajs)

Yang sering ditinggal pacarnya Camping boleh share di kolom komentar.. hehehe

APA ENAKNYA JADI PENDAKI?

Diposting oleh manjokamana ,

Pic Source: Google



“Mendaki gunung lewati lembah
Sungai mengalir indah ke samudra
Bersama teman bertualang….”
OST Ninja Hattori

Itulah sepenggal lirik dari salah satu film animasi anak yang dulu pernah tayang di Indonesia mengisi hari-hari kita. Tidak seperti sekarang hiburan untuk anak kecil sudah hampir tidak ada. Yang ada hanyalah siaran musik dan film-film yang tidak mendidik. Oke kali ini saya curhat dan curhatnya sudah out of topic dari judul diatas. Yah walaupun disengaja agar tulisan kali ini jadi panjang. Hahahaha

            Bicara soal lagu tersebut menjadi salah satu lagu favorit saya kalau sedang beraktivitas di alam bebas seperti mendaki gunung. Yah mendaki gunung menjadi salah satu hobby saya selain menunggu cintanya (apasih). Walaupun mendaki bukan satu-satunya hobby saya tapi ini mungkin yang terfavorit. Kenapa? Simpan dulu pertanyaan itu. Karena saya akan membawa  kalian ke mesin waktunya doraemon..
Pic Source: Google
            
            Alkisah dari kejatuhcintaan saya terhadap kegiatan ini berawal ketika sekitaran tahun 2006 ikut bersama teman-teman mendaki gunung klabat. Tak banyak cerita yang saya punya pada waktu itu, karena saat itu saya belum se antusias sekarang dan untuk dokumentasinya tak ada bekas satupun karena pada tahun itu hp kamera yah paling tinggi  speknya masih camera VGA. Dan ngenesnya lagi kami tidak ada yang memiliki hp bercamera karena itu masih menjadi barang yang mahal bagi kami. hohohoho

            Hingga saat ini memang tak banyak gunung yang saya daki tapi itu bukan menjadi ukuran. Yang terpenting bagaimana sikap kita pada alam tersebut. Apakah kita sudah menjaganya atau malah merusaknya. Karena menurut saya pendaki yang baik itu pasti menjaga alamnya dengan baik pula..

            Sampai pada suatu hari seseorang yang dulu pernah berarti dalam hidupku (tapi kini baginya aku sudah tak lagi berarti) wkwkwk #ciecurhat #pendakigalau. Dia bertanya “Apa so depe enak mendaki?” Saat itu saya hanya membalas dengan senyum dan tidak menjawab pertanyaan itu, yang ujung-ujungnya saya tidak dapat jatah ciuman dan pelukan pada hari itu. SHIT kalau tau begitu mending dijawab walau hanya asal jawab saja.otakmesum

            Hebatnya lagi pertanyaan yang sama dari si mantan terindah (kata Raisa) kembali terulang dan terulang tapi muncul dari orang tua, teman, pacarnya teman, sodara, pacarnya sodara, dan pacarnya pacar (eh artinya selingkuhan dia?) tapi dari semua orang dengan pertanyaan yang sama itu mungkin kecewa karena saya tidak menjawabnya. Yah walau akhirnya uang jajan dipotong ortu sih karena tidak menjawab. Wkwkwwk

            Beberapa minggu lalu saya pernah post foto di akun instagram saya AJSUPIT yang berfollower 34k dan dengan caption “Apa so depe enak naik gunung? Rupa tu nda ada hobby laeng”. Di foto itu memang sudah saya jawab pertanyaan yang selama ini jadi tanda Tanya bagi orang disekitar saya. Yang akan saya jelaskan kembali sejelas-jelasnya dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya Jakarta 17 agustus 1945 atas nama bangsa Indonesia Soekarno – Hatta. Kenapa jadi teks proklamasi?? Oke fokus ardi fokus..

Apa enaknya jadi pendaki?? Kan banyak hobby lain yang lebih enak. Mungkin kalo dipikir-pikir betul juga. Kenapa? Jadi pendaki itu pastinya sering naik gunung, kelelahan, kehujanan kalau hujan, sakit kaki, kurang tidur, kedinginan kalau malam, tersesat, ingat mantan kalau sudah malam (oke yang ini buat pendaki galau), sakit bahkan yang amit-amit nyawa bisa melayang dan masih banyak  stereotype lainnya tentang menjadi pendaki. Dan jawaban dari pertanyaan itu sangat klise karena mungkin ada yang tidak akan puas dengan jawaban saya kalau dia tidak berani mencobanya sendiri. Jawabannya hanya bisa anda dapat saat anda bisa keluar dari zona nyamanmu dan beranilah melangkah. Ikutilah kemana arah langkahmu dan menyatulah dengan alam.

“Life is an adventure kata kaleng susu bayi”

#manjokamana (ajs).

PUNCAK BUKAN TUJUAN UTAMA BAGI KAMI

Diposting oleh manjokamana ,



Udara dingin menyambut kami saat memasuki kota kawangkoan pada jumat malam di penghujung bulan agustus. Suasana udara yang tampak berbeda 180 derajat dengan udara malam hari di daerah asal kami yang notabene adalah daerah pesisir pantai. Tapi udara dingin itu tak menyurutkan tekad kita untuk melanjutkan perjalanan kita malam itu. Sempat singgah ngopi + biapong sebentar di kawangkoan dan bersilahturahmi dengan beberapa kawan lama (abaikan yang kopi + biapong karena itu delusional penulis saja).

Sekitaran 1 jam kami menghabiskan waktu di kawangkoan kami lalu melanjutkan perjalanan ke desa pinabetengan yang jaraknya tak jauh dari kawangkoan. Diperlukan sekitar 10-15 menit untuk sampai ke desa pinabetengan jika kita berjalan kaki dari kawangkoan. Tapi pada kesempatan itu kami menggunakan sepeda motor dan tak membutuhkan  waktu yang lama untuk tiba di desa tersebut. 
Pukul Sembilan malam kami sampai di sebuah warung yang biasa menjadi tempat singgah bagi para pendaki. Yah betul malam ini saya dan rekan saya Noris bermaksud ingin mendaki gunung Soputan via desa Pinabetengan. Sebenarnya untuk mendaki Soputan terdapat beberapa titik start pendakian ada yang lewat Kab Minahasa Tenggara di desa Silian, dan ada yang lewat Kab Minahasa di desa Tooure dan desa Pinabetengan.
Kami memulai pendakian dari desa pinabetengan pada pukul 10 malam, dengan ritme perjalanan yang tidak cepat dikarenakan saya baru kembali lagi di aktivitas ini setelah 2 tahun vakum (padahal krn berat badan sudah naik). Dan pada kesempatan itu saya berpartner denga Noris teman satu kampung yang usianya jauh lebih muda dan sudah memiliki jam terbang yang tinggi. Dengan partner yang masih muda otomatis saya tidak bisa menandingi kemampuan berjalannya. Bukan hanya 5 atau 6 kali selama pendakian saya tertinggal jauh dan banyak berhenti untuk memulihkan stamina.
Pada rute ini juga terdapat tiga jalur yang menghubungkan kami ke basecamp gunung soputan atau biasa disebut pinus 2 yakni jarod (jalan roda) jalan yang dijadikan rute untuk penduduk yang berkebun di sekitaran kaki gunung soputan. Tapi jalur ini sangat jauh memutar. Jalur kedua jalur tengah yang kami pilih pada kesempatan kali ini. Dan jalur terakhir biasa dikenal dengan jalur patah hati sesuai namanya jalur ini biasa dilewati orang yang baru putus cinta atau patah hati. hehehe.. Oke patah hati yang dimaksud adalah tidak ada bonus jalan landai yang ada hanya tanjakan terus menerus. Tapi sebenarnya jalur ini yang terdekat. Karena berhubung nafas saya yang sudah seperti orang yang akan dipanggil Tuhan jadi demi menjaga keberlangsungan hidup saya (lebay) kami memilih jalur tengah yang lebih manusiawi tapi tetap ada tanjakan yg lumayan susah dilewati untuk ukuran (badan) saya.hehehe
3 jam berlalu akhirnya dengan sisa sisa tenaga kami sampai di base camp gunung soputan atau pinus 2. Okey yang sisa tenaganya itu saya sementara Noris tmn saya ini tidak merasakan capek atau lelah. Konon katanya dia pernah kurang dari 1 jam dari pinabetengan ke basecamp pinus 2.. hahahaha. 
Setelah tenda didirikan dan makanan dimasak kami makan dan langsung beristirahat karena udara semakin dingin. Keesokan paginya kami bangun disambut dengan pemandangan basecamp yang sangat indah di hiasi puluhan bahkan ratusan pohon pinus yang berdiri kokoh. Hari ini rencananya kami akan langsung melanjutkan perjalanan ke puncak gunung anak soputan. Tak lupa sebelum itu kami sarapan  agar kuat iya kuat lihat dia bahagia dengan orang lain (abaikan yang ini). Setelah sarapan kami memulai perjalanan perlu diketahui untuk kepuncak diperlukan sekitar 2 jam perjalanan. 
Sepanjang perjalanan kami sangat bersyukur kepada Tuhan atas keindahan alam yang Dia ciptakan. Kami melewati kawah lama gunung soputan, dan tiba di satu tempat yang biasa di sebut pos pemandangan / panorama gunung soputan. Setelah istirahat dan foto-foto disitu kami bermaksud melanjutkan perjalanan tapi apa daya partner saya Noris tiba-tiba staminanya drop dan dia bilang kalo tidak sanggup ke puncak. Apa daya mau dikata ingin mencapai puncak tapi keselamatan teman jauh lebih penting dari sekedar puncak. Kamipun memutuskan balik kembali ke basecamp.
Sesampai dibasecamp kami memasak makanan sambil packing untuk langsung turun pada hari itu karena logistic kami hanya sedikit. Untuk turun ke desa Pinabetengan kami membutuhkan waktu 1,5 jam. Tak lupa untuk setiap trip saya selalu membawa turun sampah pribadi kami. Pantang bagi kami untuk meninggalkan sampah.

Itulah sepenggal cerita perjalanan saya di akhir bulan agustus yang meski gagal mencapai puncak tapi saya mengambil pelajaran penting dari perjalanan ini bahwa puncak bukan tujuan akhir tujuan tapi kembali kerumah dengan selamat adalah tujuan di setiap perjalanan. #SalamLestari #Manjokamana (ajs)

DATANG MANADO TAK AKAN LENGKAP TANPA MENYANTAP KULINER INI

Diposting oleh manjokamana ,


Tidak seru rasanya jika mengenal suatu kota tanpa makanan khasnya. Manado sendiri terkenal dengan buburnya yang unik yang sering disebut dengan "bubur manado", yang juga dikenal oleh penduduk setempatnya dengan "tinutuan". Tinutuan atau bubur manado ini sendiri terbuat dari berbagai macam sayuran. Makanan ini terbuat dari beras, jagung, air, garam, ubi merah, labu kuning, singkong, sayur gedi, bayam, kangkung, daun serai, kunyit, daun bawang dan kemangi. Tinutuan biasanya disajikan dengan mie, ikan cakalang fufu atau tuna asap, sambal roa, sambal bakasang, perkedel ikan nike, perkedel jagung, ikan asin, tahu, tempe, dan sambal terasi. Tinutuan ini biasanya disajikan untuk sarapan pagi. Etimologi kata tinutuan tidak diketahui asalnya. Sejak kapan tinutuan menjadi makanan khas kota Manado tidak diketahui dengan jelas. Tinutuan mulai ramai diperdagangkan di beberapa tempat di sudut kota Manado sejak tahun 1970.



Cakalang Fufu yaitu ikan cakalang yang diasapi, ikan Roa, dan Paniki (masakan dari kelelawar) dan rw (er-we) yaitu masakan dari daging anjing, Babi putar (1 ekor babi dibakar dengan cara diputar di atas bara api), biasanya dihidangkan di pesta-pesta, Babi isi Bulu (Terbuat dari daging babi yang diramu dengan bumbu-bumbu khas manado dan dibakar didalam bambu). Terdapat juga minuman khas dari daerah Manado dan sekitarnya yaitu "saguer" yaitu sejenis arak atau tuak yang berasal dari pohon enau. Saguer ini memiliki kandungan alkohol, Cap tikus (minuman beralkohol tinggi, dari proses fermentasi).
Makanan khas kota Manado lainnya yang juga cukup terkenal adalah nasi kuning yang cita rasa dan penyajiannya berbeda dengan nasi kuning di daerah lain. Selain itu ada juga masakan kepala ikan kakap bakar. Dabu-dabu adalah sambal khas Manado yang sangat populer, dibuat dari campuran potongan cabe merah, cabe rawit, irisan bawang merah dan tomat segar yang dipotong dadu dan terakhir diberi campuran kecap.



Untuk makanan ringan, Manado juga punya makanan khas sejenis asinan yaitu gohu dan es kacang. Gohu dibuat dari irisan pepaya atau ketimun yang direndam dalam larutan asam cuka, gula, garam dan cabe. Selain itu ada juga kue seperti lalampa (lemper berisi ikan cakalang (tuna) yang diisi dalam segumpalan beras ketan dan dibungkus dengan daun pisang lalu dibakar), panada, apang, kolombeng, panekuk, biapong (babi, wijen, "unti" (terbuat dari kelapa)). #MANJOKAMANA (ajs)

TAMPUSU, SURGA KECIL YANG TERSEMBUNYI

Diposting oleh manjokamana ,



Apa asal usul nama Tampusu? Itulah pertanyaan pertama dibenak saya saat memasuki daerah titik awal pendakian gunung tampusu. Dan pertanyaan saya baru terjawab beberapa hari setelah turun dari gunung tersebut. Gunung tersebut memang kalau dilihat dari jauh itu berbentuk seperti “jantung” atau “pusu” dalam bahasa daerah. Sehinggah penduduk mulai menyebutnya “taum’pusu” yang artinya “berbentuk seperti jantung”. Dengan demikian gunung tersebut mulai dikenal dengan nama Tampusu.
Gunung Tampusu adalah gunung yang berketinggian 1500 MDPL yang terletak di Tondano kabupaten minahasa, dan memiliki titik koordinat 1° 15’ 55” N dan 124° 51’ 17” E. Sore itu angin dan hujan deras menemani saya dan rekan saya Vidi yang memulai pendakian gunung tampusu dari desa Pangolombian kec. Tomohon selatan. Memang rute ini sengaja kami pilih untuk mempersingkat perjalanan kami ke puncak dan sebelumnya kami sempat singgah di warung untuk membeli beberapa logistik untuk keperluan kami bermalam di puncak.
Sebagai rute terpendek untuk mencapai puncak gunung kami dihadapi denngan tanjakan yang hampir tidak ada bonusnya (red: jalanan landai). Perjalanan yang sebenarnya bisa lebih cepat tapi karena selama perjalanan hujan tidak berhenti sehingga membuat perjalanan kami jadi lambat karen medan yang harus dilewati sangat licin dan menanjak. Tak terhitung berapa kali kami jatuh terpeleset.
Basah, kedinginan, cape semua itu terbayar lunas saat tiba di basecamp gunung tampusu yang menawarkan pemandangan yang indah, asri, khas pegunungan. Tak ada kata yang dapat kami ucapkan selain berterima kasih pada Tuhan atas mahakaryaNya yang satu ini. Untuk info bagi yang belum pernah mendaki gunung tampusu. Di puncak gunung terdapat danau air tawar yang indah. Dan berfungsi sebagai sumber air bagi para pendaki gunung.
Dengan sangat cepat kami mendirikan tenda, ganti pakaian dan mulai memasak untuk persiapan makan malam kami. Karena dinginnya malam sehingga kopi yang baru kami buat bisa dengan cepat dingin. Maka secepatnya kami meminumnya lalu menyantap makan malam kami itu dengan menu seadanya ala anak pecinta alam. Kami menghabiskan malam bercerita, bercanda khas sahabat karib. Sehingga tak terasa malam makin larut dan memaksa kami untuk beristirahat malam itu.
Keesokan paginya sengaja kami bangun lebih awal untuk menikmati pemandangan danau yang indah dan masih diselumuti kabut tipis yang perlahan mulai menghilang sehingga semakin manambah keindahan danau tersebut. Kemudian kami tidak mau melewatkan moment untuk bemain air danau yang sangat dingin itu. Setelah puas bermain kami memasak makan pagi dan packing untuk kembali pulang. Tak lupa kami mengabadikan moment dengan mengambil bebrapa gambar.
Siangnya sebelum turun, kami membersihkan sampah-sampah dari pendaki lain yang hanya bisa menikmati alam tanpa bisa menjaganya. Kamipun membawa beberapa kantong plastik yang sudah diisi sampah yang kami pungut itu. Satu hal yang saya sangat sayangkan kenapa tempat se indah itu tidak dijaga dengan baik?? Kalau begitu apakah anak cucu kita nanti dapat menikmati tempat itu kelak?? Bukan untuk menggurui tapi apakah susah bagi kita membawa sampah kita saat kita kembali pulang? Kenapa naik gunung dengan beban dipundak yang berat bisa, sementara sampah yang ringan tidak bisa dibawa turun.
Jagalah surga kecil nan indah ini. Agar generasi-generasi setelah kita bisa menikmatinya. #SalamLestari #ManjoKamana (ajs)


Profil Singkat

Nama Lengkap "Ardi Junction Supit", kadang cwe2 susah membedakan mana Ardi mana Adipati Dolken...

Pria (sedang berusaha) mapan, 26 tahun, Masih single bukan krn bapilih tapi krn kalah waktu di pilih.

Cuma batulis apa yang suka mo tulis, kadang bakusedu, kadang sampe bacurhat. kalo ngoni suka yah syukur, kalo nda suka yah makase so sempat baca tape tulisan..


IG : manjokamana
Path : AJ Supit
Email : manjokamana@gmail.com
SMS : 0853-4000-6869 (Stephanie)